Kampanye Hemat Energi Sekolah
Lampu kelas yang menyala terus saat istirahat, charger yang lupa dicabut, kipas angin yang jalan walau ruangan kosong adalah hal kecil yang mau kita ubah, satu kebiasaan pada satu waktu.
Kenali Kampanye IniSebagian besar listrik yang kita pakai di sekolah masih berasal dari pembangkit berbahan bakar fosil. Setiap watt yang terbuang sia-sia — dari lampu yang lupa dimatikan sampai alat elektronik yang menyala tanpa dipakai — berarti bahan bakar yang terbakar tanpa manfaat, dan emisi yang terus bertambah.
energi di gedung publik umumnya terbuang oleh perangkat yang menyala saat tidak digunakan. Bukan angka sekolah kita, tapi gambaran umum yang jadi alasan kampanye ini ada.
yang lupa mematikan lampu & kipas saat istirahat sudah cukup menambah beban listrik harian sekolah, kalikan dengan puluhan kelas lain.
biaya untuk mulai hemat energi. Yang dibutuhkan cuma kebiasaan untuk matikan, cabut, dan sadar saat meninggalkan ruangan.
Gerakan Cabut Steker dibuat untuk menumbuhkan kebiasaan hemat energi di lingkungan sekolah. Dimulai dari hal-hal kecil dan mudah dilakukan oleh siswa, guru, dan staf, sebelum menjadi kebiasaan yang menetap.
Seluruh warga sekolah (siswa, guru dan staf)
Kebiasaan mematikan & mencabut alat elektronik yang tidak dipakai
Ajakan berbasis fakta (Fase 2) dan langkah aksi konkret (Fase 3)
Halaman depan yang mengajak warga sekolah berhenti sejenak dan mulai peduli.
Data dari angket & observasi lintas mata pelajaran, disajikan sebagai grafik yang mudah dipahami.
Rekomendasi konkret dan langkah hemat energi yang bisa langsung dipraktikkan.
Bagian ini disiapkan menyusul hasil olah data dari mata pelajaran lain untuk melengkapi kampanye ini.
Grafik hasil angket dan observasi warga sekolah tentang kebiasaan penggunaan energi adalah bukti nyata di balik ajakan kampanye ini.
Langkah-langkah hemat energi yang disusun langsung dari temuan data, bukan sekadar saran umum.